Jika Burung Anda Mati Dalam Kondisi Kurus…

Ada pertanyaan yang sangat menarik perhatian saya. Pertanyaan itu kira-kira menyerupai ini:

"Kacer saya yang sudah mulai gacor, mendadak tidak sehat. Kalau bernafas, sayap dan ekornya ikut goyang. Ketika saya periksa dadanya mulai kurus. Dari hari kehari makin kurus padahal makannya normal, tetap berbunyi. Kemudian burung saya bawa ke dokter hewan, hanya dikasih dua macam tablet. Katanya kena virus radang. Tapi lima hari lalu mati, disusul pentet saya yang semula menyerupai sehat mati juga. Badannya kurus sekali. Kira-kira kenapa ya, alasannya ialah perawatanya baik, sangkar bersih, masakan bagus, malam dikerodong. Lalu apa yang harus saya lakukan supaya tidak terulang pada burung yang lain ? Apa obat yang pas untuk penyakit tersebut?"

Menanggapi pertanyaan menyerupai itu,

Saya menyampaikan bila ternyata burung mati dalam keadaan kurus, biasanya bukan alasannya ialah virus atau bisul mikro organisme secara langsung. Virus atau bisul eksklusif tidak akan menimbulkan burung harus tersiksa sekian lama. Hanya sehari dua hari, burung akan segera almarhum bila yang menyerang ialah virus. Jadi, tidak perlu kurus dulu untuk KO.

Burung yang mati dalam kondisi kurus diawali dari sejumlah kemungkinan :
Pertama, asupan pakan yang tidak memenuhi syarat kecukupan gizi (lengkap semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan). Solusinya ialah terapi pakai Chang Vit
Kedua, tidak bisa makan secara nyaman alasannya ialah ada gangguan ketika hendak makan secara lahap. Solusinya terapi pakai Super N
Ketiga, zat masakan diserobot pihak lain.
Keempat, proses absorbsi terhadap sari masakan di dalam pencernaan tidak sempurna. Solusinya terapi pakai X-Worm

Kaji dan cermati kemungkinan-kemungkinan itu. Kalau dikatakan bahwa masakan sudah tersedia komplit, maka penyebabnya tentu “gangguan” dari pihak lain atau absorbsi sari masakan tidak sempurna.

Gangguan utama penyebab burung tidak nyaman untuk makan hingga cukup kenyang ialah benalu yang menyerang kulit dan jalan masuk pernafasan. Apa itu ? Kutu atau tungau.


Burung cacingan, Burung yang terinfeksi cacing
Jangan katakan sangkar kita higienis bila ukurannya hanya terlihat higienis atau memang dibersihkan setiap hari. Sebab kebanyakan kutu tidak kasat mata telanjang. Jangan katakan kita sudah membasmi kutu bila hanya membasmi kutu di luar badan burung. Mengapa ? Sebab tungau burung berkembang biak di bawah lapisan kulit ari dan obat kutu semprot tidak akan bisa membunuihnya alasannya ialah tidak akan bisa menjangkaunya. Solusinya terapi pakai Super Steril-A

Itulah makanya kita membutuhkan obat kutu yang bekerja secara sistemik, yakni pembasmian dengan obat anti kutu yang bisa terbawa dalam peredaran darah ke seluruh jaringan badan burung. Solusinya terapi pakai Super N

Selain menciptakan burung tidak nyaman makan cukup kenyang, jenis kutu atau tungau tertentu suka sekali menyerobot darah burung, bukan hanya mengoyak dan menggerogoti bulu atau akar bulu.

Kalau burung kita memang bebas kutu, maka Tertuduh berikutnya ialah penyerobot sari masakan di dalam badan burung, khususnya alat pencernaan. Siapa ? Ya itulah cacing. Cacing di burung bisa bermacam-macam jenisnya. Bahkan ada cacing yang hidup tidak hanya di jalan masuk pencernaan menyerupai jenis Ascaridia galli, tetapi ada juga cacing mini yang suka hidup dan bertengger di mata. Cacing jenis ini namanya ialah Oxyspirura mansoni. Solusinya terapi pakai X-Worm

Selahap apapun burung kita makan, bila kesudahannya cuma diserobot oleh penyabotase kurang bimbing menyerupai cacing, ya bisa kuruslah dia.

Burung kutuan

Kondisi kurus ialah salah satu petunjuk bahwa burung rentan penyakit. Artinya, daya tahan tubuhnya lemah. Dalam kondisi lemah menyerupai inilah ketika terjadi bisul mikroorganisme tertentu, burung eksklusif ngedrop.

Dengan demikian, sebetulnya kutu atau cacing memang tidak membunuh burung secara langsung. Hanya saja ia menciptakan burung kekurangan asupan masakan dan karenanya daya tahan badan burung menjadi lemah. Ketika burung lemah, begitu terjadi infeksi, riwayat burung akan segera berakhir. Padahal, bila burung berdaya tahan normal atau kuat, maka tingkat bisul yang sama tidak akan menimbulkan burung jatuh sakit apalagi menemui kematian.

Kalau burung kita mati susul menyusul dengan kondisi yang sama, bisa jadi memang ada bisul virus atau mikro organisme tertentu. Tetapi, bisul dengan tingkat yang sama, tidak akan hingga menimbulkan burung sakit atau tewas pada burung yang mempunyai kekebalan badan normal. Sebab, pada dasarnya, lingkungan kita penuh dengan virus-virus berbahaya. Namun virus hanya bisa mengakibatkan gangguan bila daya tahan badan kita sedang drop.

Saran saya, cek semua kondisi burung Anda. Dan berdasarkan dugaan saya, burung-burung lainpun dikala ini dalam kondisi kurus alasannya ialah asupan masakan tidak cantik dengan poin penyebab menyerupai yang saya sebutkan di atas. Langkah terbaik ialah lakukan pembasmian benalu / mikro organsime yang merugikan hospes (inang) yang dalam hal ini ialah burung. Basmi segera benalu pengganggu, bantu burung-burung Anda mendapat asupan pengganti secara cepat dengan memperlihatkan masakan bergizi tinggi, dan bisa didapatkan dengan memperlihatkan suplemen/makanan tambahan.

Catatan : Ada mikro organsime yang hidup bersama dengan hospes-nya tetapi tidak merugikan. Misalnya antara kuman Escheria coli didalam jalan masuk pencernaan hewan. Bakteri akan berkembang di dalam jalan masuk pencernaan binatang (yang mendapat keuntungan) dan dalam batas normal binatang tidak menderita (tidak rugi). Contoh lain, tungau Demodex sp akan hidup di dalam folikel rambut dan kelenjar minyak binatang dan insan tanpa mengakibatkan tanda-tanda klinis (dalam hal ini tungau diuntungkan), dan karenanya pada kondisi normal binatang dan insan tidak dirugikan oleh benalu tersebut.

Semoga bermanfaat.
loading...

Archive