Tujuan Menjemur Burung


Masing-masing jenis burung memerlukan treatment yang berbeda dalam penjemuran. 

Hal itu diubahsuaikan dengan kebiasaan burung sejenisnya di alam.
  1. Untuk burung-burung jenis anis, ibarat anis merah atau punglor merah, anis kembang, anis macan; kacer poci atau sekoci dan kacer hitam, sulingan atau tledekan, jenis-jenis cucak, murai watu dan sebagainya, maka keperluan mereka untuk penjemuran relatif sedikit dibandingkan jenis burung pemakan biji-bijian.  Sebab burung jenis-jenis itu di alam sana hidup di antara pepohonan yang rindang dan tidak terbiasa berjemur berlama-lama
  2. Untuk burung-burung jenis pemakan biji ibarat kenari, gelatik, branjangan, perkutut, derkuku, lovebird dan beberapa  burung paruh bengkok lain, sanggup dilakukan penjemuran relatif  lebih usang ketimbang burung-burung jenis anis ataupun cucak. Bahkan dalam aneka macam kasus, beberapa burung yang macet suara sanggup diterapi dengan  penambahan waktu jemur diimbangi dengan banyak mandinya. Misalnya lovebird atau kenari, memerlukan panas yang relatif banyak. Burung-burung pemakan biji umumnya hidup di padang rumput, ladang jagung, gandum, milet dan sebagainya yang merupakan kawasan terbuka dan banyak kena sinar matahari.
  3. Ada beberapa pengecualian dalam hal ini, contohnya untuk burung jalak suren, kakatua, pentet atau cendet dan beberapa burung lainnya. Burung jalak suren misalnya, meski ia bukanlah pemakan  biji tetapi pada habitat aslinya dulu ia selalu berada di persawahan atau rawa-rawa yang relatif menerima banyak sinar matahari. Meski demikian, burung jalak suren tidak memerlukan penjemuran yang usang jikalau dipelihara di rumahan.

Sedangkan burung kakatua dan beberapa jenis nuri, meskipun mereka pemakan biji-bijian tetapi mereka lebih banyak berasal dari habitat hutan dengan memakan biji-bijian dari pepohonan yang besar dan rindang.

Sedangkan untuk burung pentet atau cendet, ia yakni burung pemakan serangga dan bahkan juga makan burung lain yang lebih kecil (predator), terutama anakan di sarang. Di Bali sana misalnya, burung pentet atau cendet yakni musuh utama para pemilik penangkaran alam anis merah, selain ular dan biawak serta beberapa jenis binatang pemangsa anakan anis merah lainnya. Cendet atau pentet terbiasa bertengger di pucuk pohon yang tinggi atau bebatuan dan sebagainya saat mengincar mangsanya. Dengan demikian pentet sanggup tahan berjam-jam di bawah sinar matahari.
loading...

Archive