3 Alternatif Untuk Burung Yang Susah Jinak

Suaraburungkicau.com - Cara Menjinakkan Burung yang dapat menjadi panduan paling komprehensif untuk semua jenis burung. Sebagai pembanding

Sebagai rujukan tambahan, Anda juga dapat membuka link di bawah ini, untuk proses penjinakan beberapa jenis burung tertentu :
  • Melatih lovebird supaya jinak
  • Melatih kenari supaya jinak tangan
  • Cara menjinakkan burung parkit
  • Menjinakkan dan melatih parkit
  • Cara menjinakkan branjangan
  • Menjinakkan jalak suren
  • Menjinakkan pleci dan ciblek
Perlu diketahui, burung yang gres diperoleh dari tangkapan hutan, atau burung bakalan yang gres Anda beli dari pasar, jangan pribadi dimandikan atau digantung di daerah ramai. Burung sebaiknya dikarantina dulu di daerah yang tenang, semoga dapat menyesuaikan diri selama beberapa hari.

Jadi, begitu burung datang di rumah, segera masukkan ke sangkar, pribadi dikerodong, dan ditempatkan pada lokasi yang tenang, tanpa gangguan baik dari burung piaraan lainnya maupun lalu-lalang manusia. Tenangkan dahulu burung selama beberapa hari, hingga mereka benar-benar damai dan dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan gres di sekitar sangkarnya.

Jika burung bakalan pribadi dijinakkan dengan cara dimandikan lembap kuyup, atau pribadi digantang pada lokasi yang ramai, tentu burung menjadi tidak tenang. Dia selalu curiga serta waspada kepada siapapun dan apapun di dekatnya. Gerakan sedikit saja dari kita dapat menciptakan burung terbang atau melompat tidak karuan di dalam sangkar.

Apabila  burung terus dipaksakan di daerah ramai, dapat dipastikan proses penjinakan akan mengalami hambatan besar, gagal, atau butuh waktu sangat usang untuk menciptakan burung menjadi jinak. Hal inilah yang dikeluhkan beberapa sahabat kicaumania, di mana mereka gagal dalam menjinakkan burung, meski sudah dilakukan selama berbulan-bulan.

Masih bisakah burung yang susah dijinakkan untuk didesain menjadi jinak ? Tentu saja bisa. Di sini kita akan memperlihatkan tiga alternatif yang diterapkan bagi para pemilik burung dengan perkara serupa.
cara menjinakan burung kicau
cara menjinakan burung kicau

Alternatif Untuk Burung Yang Susah Jinak Agar jinak


1. Mandi dengan cara dipegang

Alternatif pertama yaitu memandikan burung dengan cara dipegang, menyerupai yang biasa dilakukan orangtua zaman dulu dalam menjinakkan burung perkutut atau ayam hebat kesayangannya.

Mandi dengan cara dipegang bergotong-royong merupakan salah satu metode yang mempunyai peluang keberhasilan tinggi daripada mandi dengan cara disemprot hingga lembap kuyup.

Hanya saja, alternatif ini hanya boleh dijalankan apabila Anda sudah tahu cara memegang burung secara benar. Jika tidak, sangat dimungkinkan burung mati alasannya tercekik di bab leher atau terimpit di bab dadanya. Karena itu, bagi yang belum pernah memegang burung, jangan ragu untuk meminta sumbangan rekan-rekan kicaumania yang lebih menguasai teknik memegang burung.

Untuk memandikan burung dengan cara dipegang, dibutuhkan bejana berisi air. Pegang burung dengan cara yang benar dan tepat, kemudian masukkan sebagian badan burung ke dalam baskom, dengan kepala di atas (kalau di bawah kelelep, he.. he.. he..).

Setelah itu, burung diangkat dan usap-usap tubuhnya secara meraya dengan tangan kita. Pada burung paruh bengkok menyerupai lovebird, parkit, dan nuri, ritual mandi menyerupai ini dapat pribadi menciptakan mereka jinak dalam beberapa kali perlakuan.

Tetapi pada cucak hijau, kacer, atau beberapa jenis burung kicauan lainnya, terapi ini pertama kali menciptakan mereka kaget, juga sedikit stres, sehingga jangan heran kalau pada hari-hari awal intensitas kicauannya bakal berkurang.

Namun bila dilakukan secara rutin, contohnya dua kali sehari, burung mulai menganggap apa yang dialaminya (mandi dengan cara dipegang), sebagai hal biasa. Lama-lama, ia akan mulai berubah perilaku dari karakternya yang giras / liar menjadi semi jinak / jinak lalat, kemudian menjadi jinak total.

Yang penting, sehabis burung dimandikan dengan cara dipegang, segera berikan pakan kesukaannya semoga ia menganggap bahwa proses tersebut tidak menyakitinya, bahkan selalu berakhir dengan pemberian pakan kesukaannya.

2. Berikan pasangan kepada burung susah jinak

Beberapa burung kicauan menyerupai hwamei, yang mempunyai sifat liar atau susah jinak, ternyata dapat ditaklukkan dengan menghadirkan pasangannya, atau burung homogen yang berbeda jenis kelamin.

Penjinakan ini biasanya dilakukan dengan cara memandikan burung hingga lembap kuyup, kemudian ditempel dengan burung betina yang sudah jinak. JIka burung betina sudah jinak total, kesannya malah lebih efektif.

Selama ditempel, burung diberikan terapi penjinakan lain menyerupai memperlihatkan serangga dari tangan kita. Tapi Anda harus mencontohkan dulu pemberian pakan menyerupai ini kepada burung betina yang sudah jinak di depan burung jantan yang masih giras. Dengan cara demikian, burung menganggap bahwa apa yang kita lakukan tak akan menyakitinya.

Bisa juga dengan “mempermainkan” burung betina. Misalnya menyuruh burung betina mematuki tangan kita. Ini juga untuk memberi pengertian kepada burung jantan bahwa kita bukanlah sesuatu yang seram bagi dia.

Dengan melaksanakan hal tersebut secara rutin, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, burung yang susah jinak akan cepat menjadi jinak.

3. Proses pendekatan melalui kata-kata

Burung mempunyai naluri untuk menanggapi perkataan dari manusia, termasuk panggilan dan sapaan. Karena itu, pendekatan melalui kata-kata juga dapat menjadi alternatif lain untuk menjinakkan burung yang susah jinak.

Banyak cara yang dapat dilakukan. Misalnya ketika mau memberi pakan, Anda mengucapkan salam atau sakadar say hello. Secara bertahap, Anda dapat meningkatkan pendekatan ini dengan mengucapkan kata-kata lain secara lembut.

Selain ketika memberi pakan, momen yang cantik untuk mengucapkan kata-kata kepada burung juga dapat Anda lakukan ketika burung mandi, atau ketika Anda membersihkan kandang, dan sebagainya.

Sebenarnya metode ini juga cukup efektif. Terbukti banyak penggemar burung di banyak sekali negara yang telah memakai metode ini semenjak dulu. Namun sebagian besar kicaumania di Indonesia belum terbiasa, sehingga menganggapnya sebagai metode aneh.

loading...

Archive