4 Pantangan Jangan Dalam Memelihara Burung Kicau Lebih Dari Satu






















Banyak penghobi burung yang menanyakan bagaimana hukumnya memelihara burung lebih dari satu biar semua burung terjaga performanya. Hal ini gotong royong pernah saya tulis di banyak tanggapan atas pertanyaan teman-teman.

Namun ada baiknya saya tulis lagi review-nya.

Jangan menempatkan sesama burung fighter dalam satu rumah. Yang termasuk burung fighter ( petarung ) murni yaitu murai batu, kacer ( poci / skoci maupun hitam ), sulingan / tledekan, dan decu. Risikonya, salah satu di antarnya akan ngedrop atau malah kedua-duanya ngedrop.

Dengan demikian, jika terpaksa memelihara burung fighter lebih dari satu, dipisah jauh hingga keduanya sama-sama merasa tidak diserang wilayah teritorialnya.

Hal ini memang kadang tidak berlaku untuk burung-burung fighter yang sama-sama dipelihara semenjak keduanya belum remaja / bunyi. Kalau burung dipelihara semenjak masih sama-sama belum mempunyai klaim teritory tertentu, keduanya dapat saling bertoleransi dan tidak saling menyerang. Juga contohnya antara indukan dan bawah umur generasi penerusnya selama keduanya tidak pernah berpisah dalam waktu lama. Kalau sudah dipisah lama, jika dipertemukan lagi akan tetap tarung memperebutkan wilayah teritory ( wilayah kekuasaan ).

Jangan menempatkan burung apapun yang masih muda / belum gacor di erat burung apapun yang sudah gacor. Kalau untuk tujuan pemasteran, burung yang muda dikerodong dan jangan ditempel / gantang berdekatan. 

Jangan menempatkan burung yang sedang mabung di erat burung apapun yang gacor. Sama denga poin kedua di atas, jika untuk tujuan pemasteran, burung yang mabung dikerodong dan jangan ditempel / gantang berdekatan. 

Jangan memelihara burung-burung “bersuara setan” atau “suara mati” untuk jenis burung lainnya. Termasuk yang dikenal sebagai “suara mati” untuk burung yang lainnya yaitu suara orisinil cucak hijau, cucak rowo, perkutut dan bunyi bervolume rendah lainnya. Jika murai atau kacer Anda bersuara lagu orisinil cucak hijau atau cucak rowo, maka ia sering dianggap punya bunyi setan / tidak disukai. Lain contohnya cucak rowo dimaster bunyi cucak rowo alasannya itu yaitu lagu yang diharapkan. Cucakrowo yang punya lagu kicauan bunyi lovebird misalnya, ya akan disebut CR dengan “bersuara mati”.

Jadi apa yang disebut “suara setan” yaitu bunyi / lagu yang lazim dianggap buruk di dunia lomba untuk dimikiki burung-burung jenis tertentu lainnya.

Dengan demikian, jika Anda memelihara burung dalam jumlah lebih dari satu, selama tidak menyalahi “4 Pantangan jangan” di atas, secara umum tidak masalah. Enjoy saja.
Semoga bermanfaat.
loading...

Archive