Cara Memilih Pleci Jantan Jenis Petarung

Dalam menyalurkan hobby anda dalam memelihara burung pleci  banyak tips yang bisa Sobat peroleh dari search google ataupun dari buku-buku peternakan dan majalah-majalah burung.


Cara Memilih Pleci Jantan Jenis Petarung


A. Perilaku burung

B. Usia burung

C. Katuranggan burung

Memilih tanpa spesifikasi atau kriteria yang terang ialah sia-sia, kalaupun terpilih yang bagus, itu hanya kebetulan saja. Mari simak penjabarannya

A. Prilaku burung
Dalam menentukan bahan, sebaiknya pilih yang sehat. Ini terlihat dari sorot mata tajam, bola mata higienis dan mata tidak sayu. Gerak lincah dan responsif, kaki mencengkram besar lengan berkuasa di tangringan dan sayap mengepit kencang. Bulu terlihat kering dan rapi.

B. Usia burung
Hendaknya menentukan materi ialah yang berusia relatif muda. Kenapa kita harus menentukan materi yang berusia relatif muda? Karena burung materi yang berusia muda tingkat stressnya lebih rendah daripada materi yang sudah berusia tua. Disamping itu, burung materi yang berusia muda lebih gampang dibuat (dibentuk abjad dan dimaster lagunya) daripada materi yang sudah berusia tua.

Tentu bagi pemula akan timbul pertanyaan, Apa ciri-ciri materi (burung Pleci) yang berusia muda?

Ciri-cirinya sebagai berikut:

Warna lebih cerah: Kita anggap kita akan menentukan materi Pleci yang berkelamin jantan yang berusia mua, cirinya gampang dilihat dari postur badan yang lebih panjang, kepala lebih besar, kaki lebih jenjang (tinggi) dan lingkaran kacamata putih yang solid dan tebal. Umumnya warna materi terlihat lebih cerah (terang) dan sepintas lebih ramping daripada materi yang berusia tua.

Struktur kaki: Burung materi berusia muda mempunyai kaki yang terlihat berair dengan warna tidak solid. Bahan yang berusia bau tanah terlihat dari kaki yang gelap dan kering, kadang kala juga terlihat sudah medang (bersisik).

Warna paruh: Bahan yang berusia muda gampang terlihat juga dari ujung paruh bab bawah yang berwarna semburat puih. Bahan yang sudah bau tanah biasanya berwarnan coklat gelap kehitaman.

C. Katuranggan burung
Apa yang dimaksud dengan katuranggan? Katuranggan ialah tampak fisik dan tampilan luar yang di yakini membawa sifat dan budbahasa tertentu. Secara ilmiah ini belum pernah diteliti secara valid. Tapi katuranggan sudah ratusan tahun dijadikan contoh orang di beberapa negara menyerupai Indonesia, Vietnam, Malaysia, Singapura, Afrika, dan bagian dunia lain dalam hal menentukan burung, kuda, dan lain sebagainya. Katuranggan ialah suatu pengetahuan yang menyangkut kesesuaian dan keselarasan yang berkenaan dengan peliharaan, contohnya burung. Ini menyerupai mirip China yang selalu mengacu Feng Shui dalam hal-hal tertentu. Namun tidak ada istilah katuranggan yang baik pada setiap orang, alasannya ialah akan terpulang kembali kepada tujuannya masing-masing. Secara umum, katuranggan burung penyanyi (burung berkicau) yang baik secara katuranggan ialah sebagai berikut:

Postur badan panjang tapi serasi dengan panjang leher dan tinggi kaki. Berdiri tegak dengan dada lebar yang bisang disertai dengan leher panjang yang padat berisi.

Kepala lebih besar lebih baik. Kepala lebih besar, cenderung mempunyai otak yang lebih besar. Secara ilmiah, salah satu komponen di otak burung yang menentukan baik apa tidaknya seekor burung berkicau ialah HVC (high vocal center). Semakin besar HVC di otak burung, maka burung akan semakin cerdas dan semakin baik berkicau.

Mata lingkaran higienis dan besar. Ini bukan hanya mengambarkan burung tersebut sehat, tapi mengambarkan burung tersebut cerdas dan responsif.

Bulu rapi dan tidak kusam. Sama dengan poin diatas, selain mengambarkan burung tersebut sehat, ini mengambarkan juga burung dalam kondisi yang prima. Karena kesehatan bulu juga bekerjasama dengan sistem metabolisme dan sistem daya tahan badan burung.

Paruh dan pangkal paruh. 
Pangkal paruh lebar dengan paruh atas tebal, panjang dan lurus mengambarkan burung sanggup melagukan lagu dengan panjang dengan variasi yang banyak dengan bunyi sangat keras. Tapi burung tidak terlalu gacor (tidak receh) pangkal paruh lebar dengan paruh atas tebal, agak pendek dan lurus mengambarkan burung tipe ngerol dengan volume bunyi yang sangat keras. Tipe paruh menyerupai ini umumnya burung gampang gacor.

Pangkal paruh lebar dengan paruh tipis, panjang dan lurus mengambarkan burung sangat responsih terhadap bunyi. Bisa melagukan lagu yang panjang-panjang secara kontinyu dengan banyak sekali variasi. Tipe paruh menyerupai ini umumnya burung gampang untuk menjadi sangat gacor.
Pangkal paruh lebar dengan paruh tebal/tipis penjang/pendek melengkung mengambarkan burung berlagu pendek-pendek dan minim variasi. Tipe paruh menyerupai ini umumnya burung gampang untuk menjadi sangat gacor.

Pangkal paruh sempit dengan paruh tipis, panjang dan lurus mengambarkan burung ialah bertipe lagu pendek-pendek dan tidak sanggup melagukan lagu dengan harmonis.
Pilihlah katuranggan burung sesuai tujuan kita. Apakah materi tersebut untuk klangenan di rumah atau untuk dipersiapkan di lomba. Semua katuranggan masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

Tags : ciri pleci jantan gacor, jenis pleci jawara, pleci bagus dari daerah mana, cara memilih pleci jantan,perbedaan pleci jantan dan betina,Cara Memilih Pleci Jantan
loading...

Archive