Karakter Burung Branjangan

Burung Branjangan
Burung branjangan ialah salah satu burung kicauan yang berilmu menirukan bunyi burung lain. Burung branjangan mempunyai keistimewaan sendiri yang membedakannya dengan jenis burung lain, yakni kemampuannya berkicau sembari hovering atau terbang di tempat.

Burung ini termasuk burung tanah, yang dalam istilah asingnya ’bushlark’ yang artinya burung semak kecil yang periang. Makanan utamanya biji-bijian, padi, serangga, dan pucuk tanaman muda. Jika sudah animo berkembang biak tiba, sekitar bulan Maret-September, dan masa puncak mulai Maret-Agustus, burung branjangan akan cepat sekali melaksanakan perkawinan dan bertelur hampir tiap bulan.

Karakter burung branjangan:

1. Di alam bebas, burung ini suka terbang secara memanjat sembari berkicau hingga tidak terlihat dan tiba-tiba sudah meluncur hingga ke tanah.
2. Di habitatnya branjangan menyukai tempat-tempat yang kering di daerah tanah gersang atau setengah kering, rumput, stepa, daerah berbatu karang dan gunung pasir. Biasanya di Jawa jikalau animo babat tebu dan animo petik kedelai, branjangan selalu muncul dan menciptakan sarang di tempat-tempat kering dan bebatuan.
3. Lebih suka suka berada di permukaan tanah/pasir dibandingkan bertengger di ranting maupun ketinggian.
4. Lebih bahagia berjalan maupun berlari dibandingkan dengan meloncat berpindah dari ranting satu ke ranting lain.
5. Kicauannya yang nyaring dan kadang dengan gayanya yang ngelepar menjadi hiburan tersendiri bagi petani tebu.
6. Pada ketika animo kawin dan birahi, burung ini sering terlihat terbang tinggi vertical sambil berkicau merdu untuk menarik lawan jenisnya.

Ciri jantan dan betina:

1. Ciri-ciri jantan bisa dilihat dari warna tubuhnya coklat agak tajam dan bulunya tebal. Begitu pula warna paruhnya hitam mengkilat. Jika bertemu burung homogen muncul jambul dikepalanya agak panjang dan lebih gagah.
2. Branjangan betina warna bulunya agak kusam. Betina juga mempunyai jambul, sehingga jangan terkecoh. Bedanya, jambul betina lebih pendek. Volume suaranya sama-sama keras, namun bunyi betina terputus-putus dan kurang variasinya.
3. Untuk membedakan jenis kelamin branjangan, bisa juga dilihat dari paruhnya. Pada branjangan jantan, paruh bab bawah terlihat putih atau jelas sementara yang betina terlihat gelap atau hitam atau kecoklatan.
loading...

Archive