Mengamati Ciri-Ciri Pleci Kacamata Bakalan Yang Baik


Untuk mendapat burung pleci yang nantinya bisa bocor dan teller, berikut cara memilihnya:

  • Cari burung pleci yang warna bulunya kuning cerah (pleci jantan) dan mulus, yang betina warna bulunya kuning kusam.
  • Paruh tebal panjang, biasanya suaranya tebal tapi tidak banyak ragamnya.
  • Paruh tipis pendek, biasanya suaranya bermacam-macam.
  • Cari ekornya yang mengumpul jadi satu dan agak turun.
  • Bentuk tubuh panjang dan besar.
  • Lingkaran di sekeliling mata cari yang berwarna putih tebal.
  • Pleci yang tongkrongannya hening biasanya mentalnya bagus.


Hal ini sangat penting mengingat burung tangkapan kadang didatangkan dari jauh

  • burung aktif bergerak
  • makan dengan lahap
  • Tidak ada luka/bekas luka di badannya, terutama mata, paruh, kaki dan pada bab bawah sayap (pangkal paha, Pangkal Sayap) serta punggung.
  • Sayap mengepit rapat
  • Tidak ngeruji/menabrakkan kepala ke jeruji sangkar

Kemampuan burung untuk berkicau tidaklah sama. Berdasarkan bentuk paruhnya dan cericitannya, kita sanggup mengukur kualitas suaranya. Namun hal ini tidak mutlak bilamana tidak disertai dengan perawatan yang baik.
  • mengukur dari cericitan pelci kamata (saat didekatkan pada burung lain) atau ketika melompat-melompat  di ombyokan. Cericitan ialah ciri khas Pleci/Kacamata. Setiap melompat, bergerak atau menghindari sesuatu, ia akan menyuarakan Cericitan ini. Cericitan yang keras dan rajin ialah ciri-ciri bakalan yang baik.
  • bentuk paruh pleci kacamata yang baik
  • paruh pada setiapkicauan sanggup menjadi tolok ukur kerajinan dan ketajaman suaranya. Demikian halnya pula dengan Pleci/Kacamata
  • paruh panjang, tidak terlalu tebal mempunyai ketajaman bunyi yang baik dan rajin berkicau
  • paruh panjang dan agak tebal mempunyai bunyi keras dan berat namun kurang lepas dan terkesan tertahan
  • paruh pendek dan agak tebal biasanya kurang rajin berkicau tetapi suaranya tebal
  • paruh pendek tipis kurang rajin berkicau dan tipis suaranya
loading...

Archive