Merawat Anak Burung Peliharaan Sehabis Menetas


 

Biasanya kita selaku pecinta burung aga sulit untuk melaksanakan proses penangkaran atau berternak burung sehabis sekian usang kita hanya melakuan proses perawatan burung tanpa mau bagai mana cara menangkarkan burung karna prosesnya yang lebih usang dan repot, serta butuh waktu yang khusus untuk fokus memliharanya. sehabis proses pengawinan burung butuh beberapa waktu untuk masuk ke proses burung bertelur kemudian menetas, bagai mana prosesnya kita liat cara merawat anak burung sehabis menetas.

Setelah telur menetas jangan terlalu cepat memisahkan anak burung dari induknya, tunggu hingga kira-kira berumur 1-2 bulan. Saat yang paling sempurna untuk memisahkan anak dari induknya yaitu kalau ada gejala bahwa induk berusaha menjauh, kalau anak mendekat untuk minta disuapi dan seakan-akan akan mematuknya. Tips merawat anak burung:

1.Buatkan daerah atau sarang yang cukup hangat dapat dari keranjang atau dus bekas.
2.Alasi dengan daun daun kering/kain bekas yang kering.
3.Kotoran burung harus segera dibersihkan atau ganti bantalan burung dengan yang gres biar burung tidak kedinginan, tidak ada semut atau serangga lain yang mengganggu.
4.Bila anak burung ditempatkan di sarang, untuk menggantikan kehangatan suhu badan induknya, dapat dengan menyelimutinya memakai kain bekas atau diberi penerangan lamu neon berdaya 15 watt. Gantung  lampu berjarak 20 - 30cm dari badan anak burung.
5.Biasanya anak burung yang masih merah, matanya belum terbuka dan dengan instingnya ia akan mencari paruh induknya untuk makan. Maka kita dapat memberinya makan dan minum dengan memakai pipet.
1.Berikan 3-4 butir pelet yg dicampur air hangat kemudian hancurkan hingga menjadi bubur. Berikan 2- 3 kali sehari pada jam yg sama.
2.Setiap akan memberi makan, buat campuran pelet baru, jangan memperlihatkan bubur pelet yg sudah busuk alasannya yaitu dapat menyebabkan burung diare.
3.Berikan  dengan memakai pipet. Caranya, buka paruh burung, tempelkan pipet dari arah samping kanan atau kiri paruh burung, dengan perlahan tekan pipet biar bubur pelet dapat masuk, makan secukupnya saja. Apabila memasukan dari arah paruh depan, makanan/minum dapat masuk kesaluran pernafasan dan hidung.
4.Jika terlihat ada cairan keluar dari hidung burung, hentikan sejenak, mungkin ada kesalahan dalam memperlihatkan makan atau minum.
5.Setelah burung diberi makan jangan lupa berikan minum memakai pipet juga secara perlahan lahan, secukupnya saja. Setelah itu bersihkan anak burung dengan kain berair kemudian kain kering dan taruh kembali di sarangnya.
6.Cara memegang dan memberi makan harus dilakukan dengan perlahan-lahan biar anak burung tidak mengalami sesak nafas.
7.Agar tangan kita bersih, selama merawat anak burung gunakan sarung tangan plastik.
8.Perawatan di atas biasanya dilakukan selama 6 bulan, sehabis itu burung biasanya sudah dapat makan sendiri.
loading...

Archive