Ciri-Ciri Burung Bakalan Yang Sehat

Ciri-Ciri Burung Bakalan Yang Sehat - Beberapa rekan kadang bertanya wacana arti burung bakalan muda hutan dan bakalan muda biasa. Jika kita pergi ke kios atau pasar burung maka kita acap di tawarkan burung dengan sebutan atau istilah burung jadi, burung bakalan, burung bakalan muda hutan. Bagi pecinta burung yang sudah berpengalaman biasanya akan dengan gampang sanggup membedakan antara burung jadi, muda hutan atau bakalan. Namun bagi pecinta burung pemula perlu kiranya diketahui perbedaan arti dari istilah-istilah tersebut.

Burung Jadi

Adalah burung yang sudah arif dan rajin berkicau. Biasanya perawatan burung jadi sudah terjadwal ibarat telah makan voer dan menunjukan tingkah laris yang jinak atau tidak terlalu liar. Memiliki perbendaharaan kicauan yang variatif dan bermental baik.

Catatan tambahan:
Untuk kasus khusus, ada "burung jadi" yang sedang dalam kondisi moulting/ganti bulu. Burung dalam kondisi ibarat ini umumnya tidak mau bunyi atau kalau bunyi tidak sebagaimana kondisi ketika beliau fit.
Tanda-tanda burung sedang moulting yaitu banyak bulu kecil dan/atau besar yang rontok (proses ngurak/rontok bulu); atau sudah tidak ada yang rontok tetapi bulu belum tumbuh tepat yang dicirikan dengan adanya (entah banyak atau sedikit) bulu-bulu yang masih terbungkus lapisan lilin/tanduk.
Burung pasca-moulting juga biasanya ada yang belum mau berkicau secara maksimal alasannya yaitu kondisi tubuhnya belum fit benar, ibarat kegemukan, atau posisi batang bulu belum kuat. Jika "burung jadi" dalam kondisi ibarat ini dipaksa untuk ditarungkan, akan menimbulkan bulu bisa rontok lagi.
Burung Kicau Bakalan
Burung Kicau Bakalan

Burung bakalan ’biasa’


Burung bakalan biasa sanggup diartikan sebagai burung piyikan yang berasal dari hasil tangkaran atau burung yang berasal dari tangkapan alam namun berusia masih sangat muda (piyikan atau belum mengalami masa ganti bulu). Burung ibarat inilah yang disebut burung trotol/trotolan.

Secara rata-rata kelebihan bakalan muda biasa yaitu lebih gampang jinak dan gampang mengikuti keadaan dengan contoh rawatan dan kondisi lingkungan sekitar.

Burung bakalan Muda Hutan

Burung bakalan muda hutan yaitu burung hasil tangkapan alam yang berusia lebih tua/remaja dan biasanya sudah mengalami masa moulting (ganti bulu). Bahkan terkadang kita dapati pedagang menunjukkan pada kita burung yang sudah berumur bau tanah dengan sebutan burung muda hutan.
Secara rata-rata kelebihan burung Muda Hutan yaitu mempunyai bunyi ’khas’. Biasanya burung muda hutan akan membawa ciri kondisi lingkungan sekitarnya dikala burung tersebut ditangkap.

Untuk jalak suren populer dengan sebutan ’suara alas’ meski dikala ini tidak sanggup ditemukan lagi jalak suren jawa hasil tangkapan hutan/sawah alasannya yaitu sudah punah. Kalau ada jalak suren bersuara alasan, biasanya alasannya yaitu termaster oleh indukan (bapak/ibu atau kakek/neneknya) atau juga dimaster memakai bunyi jalak suren lewat kaset dsb. Beberapa pecinta burung murai kerikil mencari burung muda hutan yang mempunyai bunyi khas, ibarat bunyi pekikan elang atau siamang. Untuk burung mimikri (burung yang arif menirukan burung kicau lain) burung muda hutan sanggup mengindikasikan asal dari burung tersebut. Burung berkicau muda hutan rata-rata mempunyai bunyi yang kaya akan variasi (suara hutan) dan volume suaranya biasanya lebih keras. Hal ini dimungkinkan alasannya yaitu burung tangkapan muda hutan terbiasa terbang bebas yang menciptakan otot dadanya menjadi lebih terlatih sejak usia kecil.

Kekurangan dari burung muda hutan yaitu kalau kita mendapat burung muda hutan yang bermental kurang baik. Jika kita mendapat burung dengan mental yang kurang baik, menimbulkan burung tersebut terlihat sangat liar dan menabrak-nabrak sangkar, bahkan ada yang sama sekali tidak mau makan yang ujungnya sanggup menimbulkan kematian.

Ciri burung Bakalan yang berusia Muda

Penting untuk mengetahui ciri-ciri burung bahan, baik bakalan biasa atau bakalan muda hutan masih berusia muda, untuk menghindari praktek penipuan yang tidak kita inginkan. Umumnya burung materi yang sudah berusia bau tanah lebih sukar untuk dibuat (dijinakan atau dimaster suaranya), Burung tangkapan yang sudah bau tanah biasanya lebih gampang stress dan tampilannya liar serta kemampuan variasi kicauannya sulit untuk di kembangkan.

Ciri umum burung bakalan muda yaitu sebagai berikut :

1. Kaki, Perhatikan Kakinya. Kaki burung bakalan yang relatif masih muda biasanya masih berair mulus dan belum bersisik serta bercorak bersih. Hanya saja, secara umum, tidak ada burung tangkapan hutan yang meskipun berusia bau tanah kakinya bersisik.
2. Paruh, paruh burung bakalan yang relatif muda biasanya masih terlihat berair pada belahan pangkal mulutnya. Paruh burung muda biasanya terlihat tipis dan panjang serta berwarna lebih muda ketimbang yang berusia tua.
3. Burung bakalan yang berumur muda biasanya tidak seliar burung tangkapan yang sudah dewasa.
4. Kuku, burung yang telah mempunyai kuku kaki yang panjang biasanya sudah berumur tua. Dalam kasus tertentu, ada juga burung hasil tangkaran meski masih usia muda tetapi kukunya relatif cepat panjang. Hal ini memerlukan terapi tersendiri.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membeli burung bakalan :
1. Jantan

Pastikan burung bakalan yang kita pilih yaitu berkelamin jantan kalau untuk kicauan. Kecuali untuk burung yang diketahui walaupun berkelamin betina namun tetap mempunyai kicauan yang baik ibarat burung cucak rawa, love bird dan lainnya. Kalau untuk tujuan penangkaran, pastikan mendapat jantan atau betina yang sehat.

2. Berpenampilan sehat

Pengertian sehat sanggup dicirikan dengan gerakan burung relatif hening dan stabil, bergerak tidak berlebihan. Burung yang bergerak secara berlebihan sanggup membuktikan burung tersebut sedang stress atau sebaliknya burung terlihat lemas yang sanggup membuktikan burung tersebut sedang dalam kondisi tidak sehat. Burung bakalan yang tidak sehat juga sanggup dilihat dari warna bulu yang terlihat kusam dan kondisi bulu yang mengembang. Burung bakalan yang tampak sayapnya turun ke bawah dan bulu kepada bangun dan leher di pendekan ibarat dalam kondisi kedinginan serta mata yang sering terlihat ibarat mengantuk, maka sanggup dipastikan burung tersebut dalam kondisi sakit. Burung dalam kondisi ibarat ini sebaiknya tidak dibeli. Sinar mata burung yang sehat biasanya terlihat jernih dan tajam serta bulunya tepat dan berkilau.

3. Burung Tidak Cacat

Pilihlah burung yang anggota tubuhnya dalam kondisi baik, tidak buntung pada jari jemarinya, mata yang sehat, tidak terkena penyakit katarak atau buta, saya terlihat kokoh dan paruh utuh.
Penampilan fisik badan kicauan yang tepat akan menambah daya tarik bagi pemeliharanya, lebih jauh kalau burung tersebut dilombakan akan membawa kebanggan bagi pemiliknya. Cacat badan pada burung sanggup dikarenakan beberapa hal, ibarat terjerat jala dikala penangkapan atau burung kurang baik pada dikala distribusi ke kios/pedagang atau juga sanggup alasannya yaitu burung terlampau liar sehingga menabrak atau tersangkut pada jeruji sangkar.

4. Bentuk Fisik yang mempunyai ciri khusus dan proporsional

Masing masing jenis burung mempunyai ciri khusus untuk menunjukan bahwa burung tersebut yaitu burung bakalan yang baik. Namun secara umum ciri fisik burung bakalan yang baik yaitu sebagai berikut :

* mempunyai dada yang bidang
* mata yang jernih dan tajam
* kaki yang kokoh serta cengkraman yang kuat
* body yang lencir (besar dan panjang namun terlihat gagah)
* bulu yang mengkilat
* Paruh, pilihlah yang posisinya proporsional.
* pada burung tertentu ibarat murai batu, pilihlah burung dengan kepala papak yang biasanya mengidisikan mental yang baik.
* pilihlah burung yang mempunyai lubang hidung yang kecil, berdasarkan pengalaman penulis, burung yang mempunyai lubang hidung yang kecil biasanya akan berkicau panjang dan kristal.


Catatan khusus: Untuk musim penghobi dikala ini, contohnya penghobi Anis Merah (AM), pemilihan fisik AM jantan justru tidak mengikuti "pakem" tersebut. Sebab, telah berkembang contoh evaluasi AM yang lebih memberi poin penting untuk gaya teler. Gaya teler asing (mbebek, doyong dsb) biasanya dihasilkan oleh AM yang berpenampilan fisik tidak proporsional. Misalnya, leher pendek, cara bangun ndlosor tidak tegak, kepala terlihat pipih, kaki tidak membentuk abjad I kembar tetapi membentuk abjad X dan sebagainya.
AM-AM dengan penampilan gagah, panjang/lencir, cenderung bergaya teler nekuk leher secara ketat (klasik).

5. Rajin Ngeriwik (berkicau)

Akan lebih baik kalau kita dapati burung bakalan yang kita beli telah rajin ngeriwik (berkicau secara perlahan) rajin untuk mencar ilmu berkicau atau bahkan mau berkicau. Sukur-sukur kita mendapat burung dengan volume diatas rata-rata yang sanggup menjadi modal kalau nantinya kita berniat untuk mengikutsertakan burung tersebut ke pentas lomba. Untuk burung piyik, pilihlah burung yang kalau diberi masakan beliau akan merengek lebih keras dan terlihat mendominasi burung lainnya.
Jejak www.suaraburungkicau.com
loading...

Archive